MATERI KALOR (KELAS VII SMP)

“Energi Kalor”
Energi kalor dalah energi yang dapat menghasilkan kalor. Energi kalor mengakibatkan perubahan suhu benda dan perubahan wujud zat. Berikut akan dijelaskan lebih terinci tentang perubahan suhu benda dan perubahan wujud zat.
-Perubahan Suhu Benda
Kalor adalah suatu bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. Kalor berbeda dengan suhu, karena suhu adalah ukuran dalam satuan derajat panas. Kalor merupakan suatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun dilepaskan oleh suatu benda
Menurut Sugiyarto (2008:98), kalor adalah suatu bentuk energi yang secara alamiah dapat berpindah dari benda yang suhunya tinggi menuju suhu yang lebih rendah. Kalor juga dapat berpindah dari suhu rendah ke suhu tinggi jika dibantu dengan mesin pendingin.
Besarnya kalor yang diperlukan oleh suatu benda sebanding dengan massa benda, bergantung pada kalor jenis dan sebanding dengan kenaikan suhu. Secara matematis dapat dituliskan
Q=m x c x ∆t
Keterangan:
Q = kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J)
m = massa benda (kg)
c = kalor jenis benda (J/kg0C)
Δt= kenaikan suhu (0C)
Selain joule (J), terdapat satuan kalor yang sering dipergunakan dalam kehidupan sehari-sehari, yaitu kalori. Satu kalori dapat didefinisikan kalor yang diperlukan tiap 1 gram air , sehingga suhunya naik 10C. Terdapat kesetaraan antara satuan joule dan satuan kalori yang biasa disebut tara kalor mekanik.
1 kalori = 4,2 joule
1joule = 0,24 kalori
Kalor jenis suatu zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh 1 kg zat sehingga suhunya naik sebesar 10C. Secara matematis dapat dituliskan
c=Q/(m x ∆t)
Sedangkan kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh suatu benda sehingga suhunya naik 10C. Secara matematis dapat dituliskan
C=m x c
Keterangan
C = kapasitas kalor benda (J/0C)
Q = kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J)
Δt= kenaikan suhu (0C)
Untuk mengubah wujud zat cair menjadi gas pada titik didihnya diperlukan energi kalor. Jumlah energi kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat dari wujud zat cair menjadi gas pada titik didihnya disebut kalor didih atau kalor uap. Secara sistematis dapat dituliskan

Q = m x U
dengan U = kalor didih atau kalor uap (J/kg).
Untuk mengibah wujud padat menjadi cair pada titik leburnya diperlukan energi kalor. Jumlah energi kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat dari wujud zat padat menjadi cair pada titik leburnya disebut kalor didih atau kalor lebur. Secara sistematis dapat dituliskan
Q = m x L
dengan L = kalor lebur (J/kg).

-Perubahan wujud zat
Selama proses terjadinya perubahan wujud zat, ternyata suhu benda tetap karena saat terjadi perubahan wujud tersebut klaor yang diperlukan tidak digunakan untuk menaikkan suhu, tetapi untuk mengubah wujud suatu zat (Sugiarto:2008).
Perubahan wujud zat dapat berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lain. Ad beberapa perubahan wujud zat, yaitu
Mencair
Mencair yaitu perubahan wujud dari padat menjadi cair.
Contohnya es dipanaskan menjadi air
Membeku
Membeku yaitu perubahan wujud dari cair menjadi padat. Contohnya air menjadi es.
Menguap
Menguap yaitu perubahan wujud dari cair menjadi gas. Contohnya air dipanaskan sampai mendidih.
Mengembun
Mengembun yaitu perubahan wujud dari gas menjadi cair. Contohnya gelas berisi es bagian luarnya basah.
Menyublim
Menyublim yaitu perubahan wujud dari padat menjadi gas. Contohnya kapur barus.
Mengkristal atau menghablur
Mengkristal yaitu perubahan wujud dari gas menjadi padat. Contohnya salju.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s